Mantan Pelatih Colorado Rapids Menyusun Formasi

Mantan Pelatih Colorado Rapids Menyusun Formasi – Mastroeni sudah bisa dibuktikan jadi tambahan yang besar dengan kisah hidupnya sebagai bek. Dan keinginannya pada sepak bola – khususnya di baris pertahanan.

“Untuk saya, Pablo ialah perekrutan terbaik untuk RSL tahun ini,” kata Beckerman.

Ini baru empat laga di Major League Soccer musim, dengan RSL menggenggam rekor 2-1-1. Tetapi kedatangan, personalitas, dan semangat Mastroeni sudah memberi dampak yang berarti untuk club.

Juarez tempatkan Mastroeni yang bertanggungjawab atas strategi pertahanan team. Lewat empat laga, RSL cuman kecolongan 4 gol dan menulis penutupan pertama akhir minggu kemarin menantang Nashville SC.

Baca juga : Rapids Meraih Kemenangan Tiga Kali Berturut

Mantan Pelatih Colorado Rapids Menyusun Formasi

Pablo Sang Mantan Pelatih Colorado Rapids Menyusun Formasi

“Pablo mainkan ketentuan khusus dalam keberhasilan kami dengan baris belakang kami. Ia banyak memaksainnya sepanjang satu minggu, “kata penjaga gawang David Ochoa. “Seluruh pemain, kami yakin kepadanya dan kami dengarkan ia.”

Mastroeni tiba ke RSL dari Houston Dynamo, di mana ia bekerja sebagai orang kepercayaan pelatih di bawah Tab Ramos di tahun 2020. Salt Lake bayar Dynamo $ 50.000 sebagai uang peruntukan umum untuk keluarkan Mastroeni dari kontraknya di situ.

Saat sebelum Houston, Mastroeni habiskan enam tahun sebagai kepala pelatih Colorado Rapids, di mana ia mainkan sejumlah besar kariernya. Pada 2016, Rapids meluluskan 32 gol paling rendah di liga di bawah pemantauannya dan tak pernah kalah di kandang sendiri.

Pengalaman dan keberhasilan awalnya sebagai kepala pelatih ialah argumen khusus Juarez ingin datangkan Mastroeni.

“Dia paham kapan waktunya ia harus pergi dan mengecek ruangan tukar dan menyaksikan bagaimana kondisi beberapa orang, atau mengobrol sama orang lain, atau kapan ia perlu mundur,” kata Juarez. “Dia paham itu karena ia berada di sepatuku.”

Sebagai pemain, Mastroeni tampil di Piala Dunia 2002 dan 2006. Ia memenangi Piala MLS di tahun 2010, setahun sesudah RSL memenangi gelar pertama dan salah satu hingga saat ini.

Bekas rekanan segrupnya memvisualisasikan Mastroeni sebagai pria otak yang keinginannya pada sepak bola terpancar darinya. Tapi bila seorang bermain menantangnya, berhati-hatilah.

“Ia ialah sebuah lubang,” kata Tyrone Marshall, bekas orang kepercayaan pelatih RSL yang saat ini latih team sekolah tinggi FC Cincinnati. “Saat saya [mengatakan] ‘sebuah – lubang,’ tujuan saya ia ada di muka Anda. Anda menyukainya sebagai rekanan satu team, Anda membencinya sebagai musuh karena ia ada di atas Anda. Ia tidak memberimu peluang untuk bernafas. ”

Susunan Baru Yang Meyakinkan

Pelatih Rapids, Robin Phraser, yang bermain dengan Mastroeni di Colorado, kenang kembali pertama kalinya ia latihan dengan Mastroeni muda. Ia ialah pemain veteran berumur tengah 30-an dan sedikit dilawan oleh rekanan satu teamnya sepanjang sesion.

Tetapi beda hal dengan Mastroeni, yang menurut Phraser tinggalkan ke-2 kakinya untuk merampas bola menantangnya.

“Saya barusan menyingkir saat sebelum ia memutus saya jadi dua,” kata Phraser. “Dan saya berpikiran, ‘Apa yang dilaksanakan anak ini?’ Dan pas di saat itu, saya berbicara, ‘Saya senang ini karena demikianlah semestinya Anda latihan dan Pablo tidak perduli jika saya telah tua. veteran di liga, pria eksper atau apa berita terbaru colorado fc Anda pria paling muda di liga.

Mastroeni jauh dari beberapa hari permainannya yang penuh semangat dan saat ia melepaskan jersey Rapidsnya dan memasukkan ke celana pendeknya sebagai tepok tangan untuk beberapa fans RSL yang ribut di Stadion Rice-Eccles di tahun 2006. Ia tumbuh dan jadi dewasa semenjak itu, dan belajar mengenai permainan dan dirinya sepanjang perjalanan training ini.

“Apa yang menurut saya sudah saya dalami ialah sampai Anda betul-betul ketahui siapa Anda sebagai pribadi, benar-benar susah untuk ekspresikan diri Anda ke seseorang supaya mereka bisa pahaminya,” kata Mastroeni di bulan Januari.

Beckerman menjelaskan Mastroeni mainkan banyak status sejauh kariernya – bek kanan, bek tengah, pemain tengah bertahan – dan biasa meneriakkan perintah mengenai di mana rekanan satu teamnya harus menempatkan diri. Tingkat komunikasi dan pengetahuan pertahanan itu nampaknya sudah sukses capai pertahanan team RSL.

Berita Terbaru Mantan Pelatih Colorado Rapids Menyusun Formasi

“Seluruh orang tahu apakah yang harus dilaksanakan – semua 11 orang,” kata pemain tengah Nick Besler. “Walau sebenarnya kemungkinan tahun kemarin, rasanya kemungkinan ada saat di mana 8 orang dari 11 ada di halaman yang serupa. Dua atau 3 orang tidak ada di halaman yang serupa, kadang itu saja yang dibutuhkan untuk melepas beberapa gol. Tahun ini berasa lebih sebagai usaha kelompok dari 11 orang di atas lapangan. ”

Beberapa pemain dan Juarez menyebutkan Mastroeni bawa sikap positif tiap hari. Bek Donny Toia menjelaskan ia selalu mempunyai senyuman di mukanya. Positif ialah suatu hal yang menurut Juarez penting untuk dimasukkan ke club.

“Benar-benar gampang bekerja untuk staff pelatih kami,” kata Besler.

Mastroeni rasakan jalinan yang cepat

Juarez memilih untuk mengubah keseluruhan staff pelatihannya untuk musim 2021, melepas pelatih yang sudah bekerja dengannya sepanjang beberapa musim sebagai orang kepercayaan di bawah Mike Petke. Juarez menjelaskan membuat keputusan itu mengakibatkan banyak malam tanpa tidur.

Saat sampai pada Mastroeni, ada suatu hal langsung di-click. Manager Umum RSL Elliot Fall menjelaskan Juarez menginterviu “lusinan” orang untuk semuanya status pelatih terbuka, tapi Mastroeni secara cepat ada sebagai opsi colorado fc intinya.

Mantan Pelatih Colorado Rapids Menyusun Formasi “Pertama kalinya bicara dengan Freddy, rasanya seolah tengah bicara dengan seorang yang berpikiran dari tempat yang serupa,” kata Mastroeni.

Daya ingat Phraser memberitahukannya jika saat ia dan Mastroeni bermain bersama, rekanan segrupnya kelihatannya tidak memperlihatkan banyak ketertarikan dalam latih sesudah profesinya di atas lapangan. Tapi karena keinginan terus-terusan yang terpancar dari Mastroeni, dia paham jika peralihan profesi kemungkinan terjadi di hari esok.

“Jadi kemungkinan saya ketahui ia bisa menjadi pelatih saat sebelum ia melakukan,” kata Phraser.